• RSS
  • Facebook
  • Twitter

Menjadi Industri Jangkrik Terdepan dengan Mengutamakan Pelayanan Prima Kepada Konsumen serta Pemberdayaan Masyarakat Sekitar. ~~MAJULAH INDUSTRI JANGKRIK MAJULAH INDONESIA~~

  • KEPUASAN

    KEPERCAYAAN

    Mengutamakan Kepuasan Konsumen dengan Menjaga Kepercayaan

  • KERJASAMA

    KEJUJURAN

    Membuka Ruang Kerjasama Berlandaskan Kejujuran

  • KEDISPLINAN

    KOMITMEN

    Memegang Teguh Kedisplinan dengan Komitmen yang Tinggi

    Jangkrik merupakan serangga yang termasuk bangsa Orthoptera dan suku Grilidae. Satwa ini merupakan hewan berdarah dingin sehingga suhu tubuhnya dapat menyesuaikan dengan lingkungan. Sifat ini merupakan salah satu keuntungan bagi peternak karena dengan adanya sifat tersebut kemampuan adaptasi jangkrik cukup baik. Daya adaptasi ternak sangat menentukan produktifitas ternak tersebut, sehingga dengan daya adaptasi yang baik ternak dapat berproduksi secara optimum.
    Pemanfaatan jangkrik banyak digunakan sebagai pakan ternak seperti ayam hias, burung kicauan, ikan hias maupun reptil telah lama diterapkan oleh masyarakat. Jangkrik mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi sehingga baik digunakan sebagi pakan sumber protein. Rata-rata setiap ekor jangkrik mengandung protein sebesar 60,9% (Prayitno, 2005) dan mengandung asam amino esensial yang baik bagi pertumbuhan dan produktifitas ternak. Selain itu jangkrik juga memiliki kandungan hormon progerteron dan testosteron yang sangat penting untuk meningkatkan daya reproduksi ternak (Prayitno, 2005).
    Dengan segala kelebihan tersebut, jangkrik menjadi kebutuhan penting bagi pecinta burung kicauan untuk memaksimalkan performa karena akan menghasilkan penampilan lebih lincah, bulu mengkilap, dan produktivitas tinggi. (Tim Karya Tani Mandiri, 2011). Tetapi pangsa pasar produk ini yang masih sangat luas belum diimbangi dengan adanya usaha budidaya jangkrik yang memadai. Hal ini, dibuktikan dengan masih terpusatnya budidaya jangkrik kalung di daerah tertentu sehingga belum dapat memenuhi permintaan pasar yang ada. Salah satu kasus yang terjadi yaitu kebutuhan jangkrik di wilayah JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi) sangat kurang, karena Jangkrik yang didatangkan dari bogor belum dapat memenuhi permintaan pasar sehingga peternak Jangkrik di bogor harus mendatangkan dari daerah Jawa Tengah. Hal ini mengakibatkan tingginya harga jangkrik sekitar Rp 50.000/kg karena pendistribusiannya membutuhkan biaya yang mahal dan permintaan yang tinggi (www.bisnis.com). Oleh karena itu, prospek usaha budidaya jangkrik di wilayah bogor sangat besar untuk dilakukan.

    0 komentar:

    Posting Komentar